Sequis: Asuransi Jiwa | Asuransi Kesehatan | Investasi di Indonesia - Sequis - Your Better Tomorrow

3 Stigma Negatif yang Masih Melekat di Asuransi

22 Desember 2022



Beragam manfaat ditawarkan oleh asuransi kesehatan atau asuransi jiwa. Selain memberikan kesempatan kepada nasabah mendapatkan perawatan optimal, asuransi juga menjaga finansial Anda dari kerugian yang ditimbulkan oleh musibah kematian atau cacat tetap total.

Namun, manfaat besar itu tertutupi oleh stigma buruk yang selama ini melekat di masyarakat. Asuransi kembali dicitrakan sebagai sesuatu yang buruk setelah adanya testimoni dari pesohor sekaligus politikus Indonesia melalui media sosial beberapa waktu lalu. Lagi-lagi, citra buruk itu dilontarkan akibat adanya klaim yang tidak sesuai harapan.

Lantas, apa saja stigma negatif yang selama ini melekat di asuransi namun kenyataannya tidak demikian?

1. Mubazir atau buang-buang uang
Asuransi memberikan perlindungan kesehatan dan finansial atas musibah yang mungkin akan terjadi. Hal inilah yang kadang tidak diterima oleh sebagian masyarakat. Mereka merasa asuransi hanya buang-buang uang karena kenyataannya tidak pernah sakit atau klaim dalam satu tahun atau lebih.
Asuransi memang terasa 'tidak berguna' ketika nasabah sehat dan tak mengalami musibah. Namun ketika hal yang tidak direncanakan datang, misal sakit, asuransi akan meminimalkan kerugian yang ditimbulkan. Contoh, nasabah akan mendapatkan perawatan di rumah sakit dan ruangan yang optimal. Lalu, biaya besar yang ditimbulkan akibat perawatan itu akan dibayarkan oleh perusahaan asuransi. Alhasil, nasabah bisa sembuh seperti sedia kala tanpa dipusingkan oleh tagihan rumah sakit.

Baca Juga
Mengenal Problem Sandwich Generation & Cara Menghindarinya
Tips Simpel Melindungi Polis Asuransi Agar Tetap Aktif
Kaum Rebahan Ingin Punya Asuransi? Coba Find Agent Sequis
2 Hal yang Bikin Orang Tua Wajib Beli Asuransi Pendidikan
Beli Asuransi Kesehatan sebelum Covid-19 Varian Mu Menyebar

2. Proses klaim sulit
"Terasa mudah saat disuruh beli dan bayar premi, namun terasa sulit saat mengajukan klaim. Di 'pingpong secara tidak jelas." Celotehan itu sering terlihat dari komplain nasabah di media sosial dan rasanya banyak pula masyarakat yang berpikiran seperti itu. Ada pula yang beranggapan klaim asuransi adalah pekerjaan yang menguras energi dan waktu karena harus menyiapkan dokumen pendukung. Emosi netizen bisa jadi semakin memuncak bila klaim ditolak dengan berbagai alasan, misal dokumen kurang, tidak valid, dan sebagainya.

Faktanya, proses klaim asuransi bisa mudah dan berjalan lancar bila nasabah mengetahui dokumen yang dipersyaratkan sejak awal. Jadi, ada baiknya mempelajari polis ketika baru memiliki asuransi. Lalu diskusikan dengan agen mengenai proses klaim dan syarat-syarat yang dibutuhkan. Bila memiliki asuransi kesehatan, klaim akan jauh lebih mudah bila nasabah memilih produk asuransi dengan sistem pembayaran cashless.

Baca Juga
Memutus Rantai Sandwich Generation dan Pensiun dengan Nyaman
Persiapkan Dana Pensiun dengan Investasi Jangka Panjang

3. Produk asuransi bikin pusing
Ada puluhan produk asuransi yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi di Indonesia. Setiap produk menawarkan manfaat yang berbeda. Oleh karena itu, pilih asuransi kesehatan/jiwa yang memang sesuai dengan kebutuhan. Jangan berasuransi karena ikut-ikutan keluarga, teman, atau kerabat di kantor.
Dengan mengetahui kebutuhan, calon nasabah dapat berdiskusi dengan agen secara lebih spesifik. Jelaskan kebutuhan dan kondisi keuangan Anda. Dengan begitu, agen akan memberikan rekomendasi produk yang tepat.

Butuh bantuan ?