Sequis: Asuransi Jiwa | Asuransi Kesehatan | Investasi di Indonesia - Sequis - Your Better Tomorrow

Pilih Asuransi Tradisional atau Asuransi Unit Link?

29 September 2022



Memiliki asuransi jiwa merupakan langkah tepat untuk memproteksi finansial  keluarga dari kerugian yang dapat terjadi pada masa depan. Misal, Anda sudah memiliki asuransi jiwa. Dengan begitu, Anda telah mempersiapkan masa depan keluarga berupa Uang Pertanggungan (UP) yang bisa dimanfaatkan untuk melanjutkan hidup serta memenuhi kebutuhan hidup bila Anda sebagai Tertanggung mengalami kecelakaaan yang menyebabkan kehilangan pekerjaan akibat menderita cacat total tetap atau meninggal dunia.

Pemahanan dasar tentang asuransi jiwa seperti penggambaran di atas rasanya sudah dipahami oleh masyarakat. Namun, masyarakat kemungkinan menjadi bingung ketika dihadapkan dengan tawaran "mau asuransi tradisional atau asuransi unit link?" Tentunya, kedua produk asuransi tersebut memiliki keunggulan masing-masing. Di penjabaran kali ini bakal dikupas tuntas agar masyarakat punya bahan pertimbangan sebelum memutuskan membeli salah satu produk asuransi tersebut.

Asuransi tradisional
Asuransi ini  murni memberikan manfaat proteksi tanpa investasi. Jadi, nilai uang pasti akan diperoleh oleh pemegang polis  dan nilainya dapat diketahui sejak awal. Jumlah premi yang harus dibayarkan untuk asuransi tradisional biasanya lebih murah dibanding unit link. Ada tiga produk asuransi tradisional yang umum, yakni asuransi jiwa berjangka atau term, asuransi jiwa seumur hidup atau whole life, dan asuransi jiwa dwiguna atau endowment. 

Baca Juga
Rekomendasi Asuransi Unit Link Agar Tidak Rugi dan Kena Tipu
Dua Asuransi Unit Link Sequis yang Patut Anda Pertimbangkan
Produk Asuransi Unit Link yang Diminati oleh Masyarakat
Tips OJK Agar Masyarakat Beli Asuransi Unit Link yang Tepat
8 Istilah Penting di Asuransi Jiwa Unit Link

Asuransi unit link 
Asuransi jiwa unit link menggabungkan manfaat asuransi dengan investasi. Asuransi ini sesuai untuk calon nasabah yang ingin memiliki jaminan perlindungan jiwa dan tertarik berinvestasi. Namun investasi di asuransi jiwa unit link bergantung dengan kondisi ekonomi negara dan perdagangan saham, sehingga imbal hasil investasi nasabah bisa naik atau turun tergantung dengan kondisi pasar. Dalam praktiknya, sebagian premi yang dibayarkan oleh nasabah akan dialokasikan ke Manajer Investasi untuk dikelola ke berbagai instrumen investasi, seperti saham, obligasi atau instrumen lain sesuai pilihan dana investasi nasabah.

Bila Anda memiliki polis asuransi unit link, sebaiknya rutin melakukan top up agar nilai tunainya bertambah. Return dari unit link dapat ditarik kapan saja. Namun patut diingat, Menarik return berpotensi membuat polis lapsed. Terutama bila nilai tunai tidak cukup untuk memenuhi kewajiban membayar beberapa biaya.

Perbedaaan Umum Asuransi Tradisional dengan Asuransi Unit Link
Jadi, apa saja perbedaan asuransi unit link dan asuransi tradisional? Ada beberapa perbedaan secara umum, yakni: Produk asuransi tradisional menawarkan proteksi tanpa nilai tunai. Sedangkan asuransi unit link menawarkan proteksi dengan nilai tunai. Nilai tunai adalah uang tunai yang dapat dicairkan nasabah pada periode tertentu saat nasabah masih hidup. 

Harga premi kedua jenis asuransi juga berbeda. Premi asuransi unit link  lebih mahal dibanding asuransi tradisional. Sebab, premi yang dibayarkan oleh nasabah akan dialokasikan ke dua tempat, yakni untuk biaya asuransi dan alokasi investasi. Hal ini tentunya menyebabkan premi menjadi lebih besar daripada asuransi tradisional, sedangkan pada asuransi tradisional seluruh premi dialokasikan untuk biaya asuransi. 

Kemudian, besaran UP dari kedua produk asuransi ini juga berbeda. Dengan premi yang sama, UP dari asuransi tradisional bisa lebih besar dibanding unit link. Perbedaan secara umum lainnya adalah jangka waktu pertanggungan asuransi unit link berlaku seumur hidup bahkan mencapai usia 100 tahun, sedangkan asuransi tradisional terbatas hanya mencapai batas usia nasabah 65 tahun sampai 90 tahunan.

Butuh bantuan ?